Hidup saya lumayan tenang sebab saya tidak pernah merisaukan apa yang dipikirkan orang tentang diri saya. Buat apa? Toh saya tidak hidup di dalam pikiran mereka. Bukannya bermaksud masabodoh atau meremehkan pendapat orang lain. Dengan senang hati saya akan membuka hati dan diri saya kepada siapa saja yang ingin menanyakan ihwal diri saya, kehidupan saya, masa lalu, dan segala sikap dan tindakan saya, selama itu ada faedahnya bagi si lawan bicara. Otherwise, I will simply clam up and cherish my blissful nonchalance.
Kau dan kesendirianmu
Pada saatnya nanti ananda akan menyadari bahwa cinta bukanlah tujuan akhir dalam hidupmu. Cinta pertama, cinta terakhir, atau cinta musiman itu hanya bagian dari rangkaian episode perjalanan hidupmu. Kepada siapa kau memberi cinta dan memasrahkan diri pada akhirnya juga tak relevan lagi. Orang-orang terdekat dalam hidupmu, mereka yang kau sebut cinta matimu, perannya tak lebih dari sekadar aktor pembantu. Mereka pernah memberi arti dan menghias hidupmu, mengisi hasrat dan harapanmu, ikut mewujudkan visi dan cita-citamu, namun hanya sampai sebatas itu. Pada saatnya nanti hanya ada kau dan kesendirianmu. Sesekali kau akan terkenang masa muda dan petualangan cintamu. Saat kau sendiri menghitung hari, menatap rona langit senja yang kian kelam, kenangan kisah-kisah cintamu akan datang silih berganti, namun orang-orang itu sudah pergi. Mereka mati, atau masih sibuk dalam pengembaraan hati mencari makna sejati hidup ini. Kesendirian adalah sesuatu yang niscaya akan kau hadapi. Boleh jadi dial...
Komentar
Posting Komentar